Komponen Komponen Jaringan Komputer
Media Transmisi (Unguided)
Oleh
Feb
Yudi Effendi
111012098
Dion

|
SEKOLAH TINGGI
TEKNOLOGI PAYAKUMBUH
|
|
PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER
|
|
2012
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Komunikasi data adalah proses pengiriman
dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat, seperti
komputer / laptop / printer / dan alat komunikasi lain) yang terhubung dalam
sebuah jaringan. Lapisan-lapisan komunikasi data biasanya menggunakan standar
OSI. Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for Open
Networking adalah sebuah model arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh badan
International Organization for Standarization (ISO) di Eropa pada tahun 1977.
OSI sendiri merupakan singkatan dari (Open System Interconnection). Model ini
disebut juga dengan "Model Tujuh Lapis OSI" (OSI Seven Layer Models).

Gambar 1. OSI Model
Application berfungsi sebagai antarmuka
dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi
dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan.
·
Presentation
berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi
ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
·
Session
berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau
dihancurkan. Selain itu, level ini juga dilakukan resolusi nama.
·
Transport berfungsi untuk memecah data kedalam
paket-paket data seta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga
dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level
ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses
(acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di
tengah jalan.
·
Network berfungsi untuk mendefinisikan
alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan
routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
·
Data Link Befungsi untuk menentukan bagaimana
bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain
itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan
perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)),
dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater,
dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi
dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media
Access Control (MAC).
·
Physical berfungsi untuk mendefinisikan media
transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitek jaringan
(Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu level
ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat
berinteraksi dengan media kabel atau radio. Media transmisi merupakan bagian
dari lapisan paling bawah dari lapisan-lapisan OSI yaitu Physical. Media
transmisi ini merupakan bagian dasar yang paling diutamakan sebelum memulai
transmisi data. Di sisi lain, media transmisi ini sulit dikuasai oleh para
programmer atau bahkan diabaikan karena dianggap hanya untuk pekerja kasar. Padahal
media transmisi merupakan dasar sebelum memulai membangun jaringan untuk
melakukan transmisi data. Oleh Karena itu penulis membuat makalah yang berjudul
“Media Transmisi” untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut.
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas,
beberapa permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini adalah:
1. Apa definisi Media Transmisi?
2. Apa media transmisi yang termasuk jenis
media transmisi Guided?
3. Apa media transmisi yang termasuk jenis media
transmisi Unguided?
1.3 Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan
dari penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui definisi Media Transmisi.
2. Mengetahui media transmisi yang termasuk
jenis media transmisi Guided.
3. Mengetahui media transmisi yang termasuk
jenis media transmisi Unguided?
1.4 Manfaat
Penelitian
Bagi Penulis
1. Menambah
pengalaman dan pengetahuan bagi Penulis tentang Media Transmisi.
Bagi Masyarakat
1. Menambah
pengalaman dan pengetahuan pada Masyarakat tentang Media Transmisi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
Media Transmisi
Media transmisi adalah media yang
menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang
jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah
yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi
data. Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk
menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran
data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio
membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat
telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon
adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang
berbeda-beda dalam pengiriman datanya.
Karakteristik media transmisi ini
bergantung pada jenis alat elektronika, data yang digunakan oleh alat
elektronika tersebut, tingkat keefektifan dalam pengiriman data, dan ukuran
data yang dikirimkan. Jenis media transmisi ada dua, yaitu Guided dan Unguided.
Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang
menggunakan sistem kabel. Unguided transmission media atau media transmisi
tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang
JARINGAN WIRELESS
I. Pengertian
Teknologi jaringan nirkabel
sebenarnya terbentang luas mulai dari komunikasi suara sampai dengan jaringan
data, yang mana membolehkan pengguna untuk membangun koneksi nirkabel pada
suatu jarak tertentu. Ini termasuk teknologi
infrared, frekuensi radio dan lain sebagainya. Peranti yang umumnya digunakan
untuk jaringan nirkabel termasuk di dalamnya adalah komputer, komputer genggam,
PDA, telepon seluler, tablet PC dan lain sebagainya. Teknologi nirkabel ini
memiliki kegunaan yang sangat banyak. Contohnya, pengguna bergerak bisa
menggunakan telepon seluler mereka untuk mengakses e-mail. Sementara itu para
pelancong dengan laptopnya bisa terhubung ke internet ketika mereka sedang di bandara,
kafe, kereta api dan tempat publik lainnya. Di rumah, pengguna dapat terhubung
ke desktop mereka (melalui bluetooth) untuk melakukan sinkronisasi dengan
PDA-nya.

Model Wireless
II. Sejarah
dan Standar WLAN
Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil
percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain
seperti Hewlett-Packard (HP) menguji
WLAN dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk
LAN yaitu 1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, Federal Communication Commission (FCC)
menetapkan pita Industrial, Scientific
and Medical (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz
yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara komersial
memasuki tahapan serius. Barulah
pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada pita ISM,
frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.
Pasar yang menjadi targetnya adalah pabrik,
kantor-kantor yang mengalami kesulitan dalam pengkabelan (seperti kantor dengan
interior marmer dll), perkulakan, laboraturium, tempat-tempat yang bersifat
sementara (seperti ruang kuliah, rapat, konfrensi dll) dan kampus. Perkiraan
sementara yang dihasilkan menunjukkan bahwa kira-kira 5-15 % pasar LAN akan
dikuasi oleh WLAN.




Perusahaan
Pengembang wireless LAN
Dengan
adanya berbagai merek perangkat keras dan lunak, maka diperlukan suatu standar,
di mana perangkat-perangkat yang berbeda merek dapat difungsikan pada perangkat
merek lain. Standar-standar WLAN adalah IEEE 802.11, WINForum dan HIPERLAN.
Wireless
Information Network Forum (WINForum) dilahirkan oleh Apple
Computer dan bertujuan untuk mencapai pita Personal Communication Service (PCS) yang tidak terlisensi untuk
aplikasi data dan suara dan mengembangkan spectrum
etiquette (spektrum yang menawarkan peraturan-peraturan yang sangat minim
dan akses yang adil). High Performance
Radio Local Area Network (HIPERLAN) dilahirkan oleh European Telekommunications Standards Institute (ETSI) yang
memfokuskan diri pada pita 5.12-5.30 GHz dan 17.1-17.3 GHz. IEEE 802.11
dilahirkan oleh Institute Electrical and
Electronics Engineer (IEEE) dan berfokus pada pita ISM dan memanfaatkan
teknik spread spectrum (SS) yaitu Direct Sequence (DS) dan Frequency Hopping (FH), standar ini
adalah yang paling banyak dipakai.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada WLAN adalah :
- Data rate tinggi ( >1 Mbps), daya rendah dan harga murah.
- Metode akses yaitu metode membagi kanal kepada banyak pemakai dengan aturan-aturan tertentu.
3. Media transmisi yang
merupakan faktor penting pada keterbatasan data
rate dan memiliki teknik tersendiri, di mana bila teknik yang berhubungan
dengan media transmisi (seperti teknik propagasi dalam ruangan, teknik modulasi
dll) dapat diperhitungkan dengan baik maka akan dihasilkan sistem WLAN yang
tangguh.
4. Topologi yaitu cara dan pola yang digunakan dalam menghubungkan semua terminal.
4. Topologi yaitu cara dan pola yang digunakan dalam menghubungkan semua terminal.
II.1. Lapisan Fisik dan Topologi
Media
Transmisi Unguided
Suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam
proses transmisinya, media unguided/wireless ini memanfaatkan sebuah antena
untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air.Untuk transmisi, Antena
menyebarkan energy elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara), sedangkan
untuk penerimaan sinyal, antena menangkap gelombanvg elektromagnetikdari media.
Pada dasarnya terdapat dua jenis konfigurasi untuk transmisi wireless, Unguided
media atau komunikasi tanpa kabel mentransmisikan
gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan konduktor secara fisik. Sinyal
dikirimkan secara broadcast melalui udara (atau air, dalam beberapa
kasus). Media tranmisi ini dapat menggunakan wireless atau menggunakan
satellite

Gambar
8. Aplikasi nyata media transmisi wireless yang sering kita jumpai
Media unguided mentransmisikan gelombang
electromagnetic tanpa menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau serat optik.
Contoh sederhana adalah gelombang radio seperti microwave, wireless mobile dan
lain sebagainya. Media ini
memerlukan antena untuk transmisi dan penerimaan (transmiter dan receiver). Ada
dua jenis transmisi, Point-to-point (unidirectional) yaitu dimana pancaran
terfokus pada satu sasaran. Broadcast (omnidirectioanl) yaitu dimana sinyal
terpancar ke segala arah dan dapat diterima oleh banyak antena. Tiga macam
wilayah frekuensi, antara lain:
a. Gelombang mikro (microwave) 2 – 40 Ghz
b. Gelombang radio 30 Mhz – 1 Ghz
c. Gelombang inframerah
Untuk media tidak terpandu (unguided),
transmisi dan penerimaan dapat dicapai dengan menggunakan antena. Untuk
transmisi, antena mengeluarkan energi elektromagnetik ke medium (biasanya
udara) dan untuk penerimaan, antena mengambil gelombang elektomagnetik dari
medium sekitarnya. Media transmisi tidak terpandu (unguided) terbagi atas empat
bagian yaitu:
a. Gelombang Mikro Terrestrial (Atmosfir
Bumi)
b. Gelombang Mikro Satelit
c. Radio Broadcast
d. Infra Merah
Gelombang Mikro Terrestrial
Tipe antena gelombang mikro yang
paling umum adalah parabola 'dish'. Ukuran diameternya biasanya sekitar 3 m.
Antena pengirim memfokuskan sinar pendek agar mencapai transmisi garis pandang
menuju antena penerima. Antena gelombang mikro biasanya ditempatkan pada
ketinggian tertentu diatas tanah untuk memperluas jarak antara antena dan mampu
menembus batas. Untuk mencapai transmisi jarak jauh, diperlukan beberapa menara
relay gelombang mikro, dan penghubung gelombang mikro titik ke titik dipasang
pada jarak tertentu.
Kegunaan sistem gelombang mikro yang
utama adalah dalam jasa telekomunikasi long-haul, sebagai alternative untuk
coaxial cable atau serat optic. Fasilitas gelombang mikro memerlukan sedikit
amplifier atau repeater daripada coaxial cable pada jarak yang sama, namun
masih memerlukan transmisi garis pandang. Gelombang mikro umumnya dipergunakan
baik untuk transmisi televisi maupun untuk transmisi suara.
Pengguna gelombang mikro lainnya
adalah untuk jalur titik-titik pendek antara gedung. Ini dapat digunakan untuk
jaringan TV tertutup atau sebagai jalur data diantara Local Area Network.
Gelombang mikro short-haul juga dapat digunakan untuk aplikasi-aplikasi khusus.
Untuk keperluan bisnis dibuat jalur gelombang mikro untuk fasilitas
telekomunikasi jarak jauh untuk kota yang sama, melalui perusahaan telepon
local.
Transmisi gelombang mikro meliputi
bagian yang mendasar dari spectrum elektromagnetik. Frekuensi yang umum di
gunakan untuk transmisi ini adalah rentang frekuensi sebesar 2 sampai 40 GHz.
Semakin tinggi frekuensi yang digunakan semakin tinggi potensial bandwidth dan
berarti pula semakin tinggi rate data-nya. Sama halnya dengan beberapa sistem
transmisi, sumber utama kerugian adalah atenuansi. Sehingga repeater dan
amplifier ditempatkan terpisah jauh dari sistem gelombang mikro biasanya 10
sampai 100 km. Atenuansi meningkat saat turun hujan khusunya tercatat diatas 10
GHz. Sumber gangguan-gangguan yang lain adalah interferensi. Dengan semakin
berkembangnya popularitas gelombang mikro, daerah transmisi saling tumpang
tindih dan interferensi merupakan suatu ancaman. Karena itu penetapan band
frekuensi diatur dengan ketat.
Band yang paling umum untuk sistem
telekomunikasi long-haul adalah band 4 GHz sampai 6 GHz. Dengan meningkatkan
kongesti (kemacetan) pada frekuensi-frekuensi ini, sekarang digunakan band 11
GHz. Band 12 GHz digunakan sebagai komponen sistem TV kabel. Saluran gelombang
mikro juga digunakan untuk menyediakan sinyal-sinyal TV untuk instalasi CATV
local; sinyal-sinyal yang kemudian didistribusikan kepelanggan melalui kabel
coaxial. Sedangkan gelombang mikro dengan frekuensi lebih tinggi digunakan
untuk saluran titik ke titik pendek antar gedung. Biasanya digunakan band 22
GHz. Frekuensi gelombang mikro yang lebih tinggi lagi tidak efektif untuk jarak
yang lebih jauh, akibat meningkatnya atenuansi, namun sangat sesuai untuk jarak
pendek. Sebagai tambahan, semakin tinggi frekuensi, antenanya akan semakin
kecil dan murah.
. Jenis-Jenis Media Transmisi Wireless
1.SATELIT
Satelit adalah alat elektronik yang mengorbit bumi yang
mampu bertahan sendiri. Bisa diartikan sebagai repeater yang berfungsi
untuk menerima signal gelombang microwave dari stasiun
bumi, ditranslasikan frequensinya, kemudian diperkuat untuk dipancarkan
kembali ke arah bumi sesuai dengan coveragenya yang merupakan lokasi
stasiun bumi tujuan atau penerima.
- Bagian penting dalam sistem komunikasi satelit yaitu :
1.
Space segment (bagian yang berada di angkasa)
2.
Ground segment (biasa disebut stasiun bumi)
Satellite
merupakan sebuah repeater data yang mampu mengirim data ke tempat tujuan
berupa down-link.
- Jenis-jenis Orbit
Banyak satelit dikategorikan atas ketinggian orbitnya,
meskipun sebuah satelit bisa mengorbit dengan ketinggian berapa pun.
1. Orbit Rendah (Low Earth Orbit, LEO): 300 – 1500 km di
atas permukaan bumi.
2. Orbit Menengah (Medium Earth Orbit, MEO): 1500 – 36000
km.
3. Orbit Geosinkron (Geosynchronous Orbit, GSO): sekitar
36000 km di atas permukaan Bumi.
4. Orbit Geostasioner (Geostationary Orbit, GEO): 35790 km
di atas permukaan Bumi.
5. Orbit Tinggi (High Earth Orbit, HEO): di atas 36000
km. Jika ditinjau dari posisi relatif satelit terhadap bumi ada yag
dinamakan Geostasioner (geostationary). Orbit ini juga dikenal sebagai
geosynchronous atau synchronous. Ketinggian orbit ini kira-kira 22.223 mil
atau 1/10 jarak ke bulan.
Jalur ini juga dikenal sebagai ”tempat parkir satelit”,
sebab begitu banyak satelit, mulai dar satelit cuaca, satelit komunikasi
hingga satelit televisi. Akibatnya, posisi masing-masing harus tepat agar
tidak saling menginterferensi sinyal.
- Berikut detil dari orbit satelit:
• 70 -1.200 mil (asynchronous orbits) : digunakan oleh
satelit pengamat, yang biasanya mengorbit pada 300 -600 mil (470-970 km),
berfungsi sebagai fotografer. Misalnya satelit Landsat 7, ia bertugas
untuk pemetaan, pergerakan es dan tanah, situasi lingkungan (semisal menghilangnya
hutan hujan tropis), lokasi deposit mineral hingga masalah pertanian;
satelit SAR (search-and-rescue) juga disini, dengan tugas menyiarkan ulang
sinyal-sinyal darurat dari kapal laut atau pesawat terbang yang dalam
bahaya; Teledesic, yaitu satelit yang di-backup sepenuhnya oleh Bill
Gates, memberikan layanan komunikasi broadband (highspeed), dengan sarana
satelit yang mengorbit pada ketinggian rendah (LEO, Low Earth Orbiting).
• 3.000 -6.000 mil (asynchronous orbits) : digunakan oleh
satelit sains, yang biasanya berada pada ketinggian ini (4.700 -9.700 km),
dimana mereka mengirimkan data-data ke bumi via sinyal radio telemetri.
Satelit ini berfungsi untuk penelitian tanaman dan hewan, ilmu bumi,
seperti memonitor gunung berapi, mengawasi kehidupan liar, astronomi (dengan
IAS, infrared astronomy satellite) dan fisika.
• 6.000 -12.000 mil (asynchoronous orbits) : satelit GPS
menggunakan orbit ini untuk membantu penentuan posisi yang tepat. Ia bisa
digunakan untuk kepentingan militer maupun ilmu pengetahuan.
• 22.223 mil (geostationary orbits) : digunakan oleh
satelit cuaca, satelit televisi, satelit komunikasi dan telepon. (sumber :
Gatot Santoso – ebook Sistem Komunikasi Satelit).
2 WiFi (Wireless Fidelity)
WiFi adalah teknologi jaringan broadband yang
membuat kita bisa menghubungkan berbagai jenis alat komputer dan berbagi
koneksi internet di udara. WiFi memiliki kemampuan untuk mentransfer data pada
kecepatan sampai 11 megabite per detik (Mbps) dalam jarak 100 meter yang
disebut hotspot .
Wi-Fi (Wireless
Fidelity) memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk
Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks disingkat WLAN) yang
didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a
atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru
tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh
hingga kecepatan transfernya. Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat
nirkabel dan Jaringan Local (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk
mengakses internet. Hal ini memungkinan komputer dengan kartu nirkabel
(wireless card) atau personal digital assistant (PDA) dapat terhubung dengan
internet melalui access point (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Jaringan Wifi
memiliki lebih banyak kelemahan dibanding dengan jaringan kabel. Saat
ini,perkembangan teknologi wifi sangat signifikan sejalan dengan kebutuhan
sistem informasi yang mobile. Banyak penyedia jasa wireless seperti hotspot
komersil, ISP, Warnet, kampus-kampus maupun perkantoran sudah mulai
memanfaatkan wifi pada jaringan masing masing, tetapi sangat sedikit yang
memperhatikan keamanan komunikasi data pada jaringan wireless tersebut. Hal ini
membuat para hacker menjadi tertarik untuk mengexplore keamampuannya untuk
melakukan berbagai aktifitas yang biasanya ilegal menggunakan wifi.
Wi-Fi
dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada
empat variasi dari 802.11, yaitu:
- 802.11a
- 802.11b
- 802.11g
- 802.11n
Spesifikasi b
merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n
merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.
|
Spesifikasi
Wi-Fi
|
|||
|
Spesifikasi
|
Kecepatan
|
Frekuensi
Band |
Cocok
dengan |
|
11 Mb/s
|
2.4 GHz
|
b
|
|
|
54 Mb/s
|
5 GHz
|
a
|
|
|
54 Mb/s
|
2.4 GHz
|
b, g
|
|
|
100 Mb/s
|
2.4 GHz
|
b, g, n
|
|
Tabel.1.
Spesifikasi Wi-Fi
Di banyak
bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan
untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di
A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya
jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.
Versi Wi-Fi
yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi
pada 2.400 MHz
sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel
(masing-masing 5 MHz).
Seperti halnya
Ethernet-LAN ( jaringan dengan kebel ), jaringan wifi juga dikonfigurasikan ke
dalam dua jenis tipe jaringan yaitu:
·
Jaringan
Peer To Peer Atau Adhoc Wireless LAN
Computer dapat
saling berhubungan berdasarkan nama SSID ( service set identifier ). SSID
adalah nama identitas computer yang memiliki komponen nir kabel.





Gambar
1. Adhoc wireless LAN
·
Jaringan
Server Based Atau Wireless Infrstruktur
system infrastruktur membutuhkan sebuah komponen
khusus yang berfungsi sebagai access point.






Gambar 2. wireless
infrastruktur
Per alatan
sinyal yang ditranmisikan oleh jaringan wifi menggunakan frekuensi secara
bebas, sehingga dapat ditangkap oleh computer lain sesame user wifi. keamanan
jaringan wifi secara umum terdiri dari nonsecure dan share key ( secure ):
·
non
secure: computer yang mempunyai wifi dapat menangkap transmisi pancaran
dari sebuah wifi dan langsung dapat masuk kedalam jaringan tersebut
·
share key;
untuk dapat masuk ke jaringan wifi diperlukan kunci atau password, contohnya
sebuah network yang menggunakan WEP.
·
selain menggunakan WEP, dapat ditambahkan WPA (
wifi protected access ).
·
membatasi akses dengan mendaftarkan MAC Address
dari koomputer klien yang berhak mengakses jaringan.
![]() |
2.2.4. Keunggulan dan Kelemahan Jaringan WiFi
·
Keunggulan jaringan WiFi yaitu sebagai berikut:
o
biaya pemeliharaan murah
o
infrastruktur berdimensi kecil
o
pembangunannya cepat
o
mudah dan murah untuk direlokasi
o
mendukung portabilitas.
·
Kelemahan jaringan WiFi adalah:
o
biaya peralatan mahal
o
delay yang sangat besar
o
kesulitan karena masalah propagasi radio
o
mudah untuk terinterferensi
o
kapasitas jaringan kecil, karena keterbatasan
spectrum
o
keamanan atau kerahasian data kurang aman.
2.
Bluetooth
Bluetooth adalah
sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroperasi dalam pita
frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan
menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan
komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan
jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter). Bluetooth sendiri
dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang
digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi
radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak
layanan yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.
Pada
dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya untuk menggantikan atau menghilangkan
penggunaan kabel didalam melakukan pertukaran informasi, tetapi juga mampu
menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang
relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan,
mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.
Teknologi ini dipelopori oleh Ericsson yang
saat ini mulai menggusur dominasi infrared untuk perangkat bergerak(HP, PDA),
teknologi ini sudah dikembangkan oleh sebua konsursium yaitu bluetooth special
Interest Group (SIG). Cakupan Bluetooth bisa mencapai 10 meter dan tidak
terhalang flesibelitas media, berbeda dengan media lainya seperti infrared atau
Wi-Fi, Bluetooth memungkinkan koneksi antar piranti elektronik apa aja dan
bukan hanya computer.Bluetooth dapat dibuat membentuk PAN atar perangkat
seperti computer, HP, PDA Kamera,bar-code reader, perangkat audio video bahkan
sampai perangkat dapur. Bluetooth bekerja dengan menggunakan signal radio pada
frekuensi 2,4 Ghz yang sama dengan WiFI untuk menghindari interpretensi
Pemakaian
Bluetooth sampai saat ini sudah sangat luas, diantaranya
a.
Wireless
headset
b.
Internet
Bridge
c.
File Exchange
d.
Sinkronisasi
1.1. DESKRIPSI UMUM SISTEM BLUETOOTH
Sistem bluetooth
terdiri dari sebuah radio transceiver, baseband link controller dan sebuah link
manager. Baseband link controller menghubungkan perangkat keras radio ke base
band processing dan layer protokol fisik. Link manager melakukan
aktivitas-aktivitas protokol tingkat tinggi seperti melakukan link setup,
autentikasi dan konfigurasi.

Gambar
2. Blok fungsional sistem bluetooth
Keuntungan
teknologi Bluetooth antara lain :
Ø Frekuensinya
band-nya terbagi kedalam hop-hop. Penyebaran spectrum ini digunakan untuk
meloncat dari satu channel ke channel lainnya, yang,dapat
menambah tingkat keamanan pada lapisannya.
Ø Hingga
8 device/ alat dapat saling dihubungkan dalam satu piconet. Lihat
gambar 3.
Ø Sinyalnya
dapat di-transmisikan melalui tembok dan briefcases hingga membatasi
kebutuhan akan line-of-sight.
Ø Device
tidak perlu dihubungkan satu sama lain, sebagai sinyal omnidirectional.
Ø Sangat
mendukung aplikasi synchronous dan asynchronous, sehingga memudahkan
untuk mengimplementasikan device-device yang saling berbeda untuk
berbagai macam layanan, misalnya seperti suara dan internet.
Ø Yang
mengatur semua ini adalah kebijakan/ peraturan worldwideI, sehingga
memungkinkan untuk menggunakan standard yang sama untuk tiap device.
Pengaturan jaringan bluetooth
(topology) dapat point-to-point atau point-to-multipoint. Tiap unit
dalam sebuah piconet dapat membuat sebuah koneksi ke piconet yang lain untuk
menyusun/ membentuk sebuah scatternet. 

Gambar
9. Aplikasi nyata media transmisi Bluetooth yang sering kita jumpai
4.Infra Merah
Komunikasi infra merah dicapai dengan
menggunakan transmitter/receiver (transceiver) yang modulasi cahaya yang
koheren. Transceiver harus berada dalam jalur pandang maupun melalui pantulan
dari permukaan berwarna terang misalnya langit-langit rumah. Satu perbedaan
penting antara transmisi infra merah dan gelombang mikro adalah transmisi infra
merah tidak dapat melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga
masalah-masalah pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam gelombang mikro
tidak terjadi. Selanjutnya, tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan
pengalokasian frekuensi dengan infra merah, karena tidak diperlukan lisensi
untuk itu. Pada handphone dan PC, media infra merah ini digunakan untuk
mentransfer data tetapi dengan suatu standar atau protocol tersendiri yaitu
protocol IrDA. Cahaya infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika
dilihat dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak
pada spektruk elektromagnetik dengan panjang gelombang diatas panjang gelombang
cahaya merah.
Infrared banyak digunakan pada
komunikasi jarak dekat, contoh paling umum pemakaian IR adalah remote control (untuk televisi).
Gelombang IR mudah dibuat, harganya murah, lebih bersifat directional, tidak dapat menembus tembok atau benda gelap, memiliki
fluktuasi daya tinggi dan dapat diinterferensi oleh cahaya matahari. Pengirim
dan penerima IR menggunakan Light
Emitting Diode (LED) dan Photo
Sensitive Diode (PSD). WLAN menggunakan IR sebagai media transmisi karena
IR dapat menawarkan data rate tinggi
(100-an Mbps), konsumsi dayanya kecil dan harganya murah. WLAN dengan IR
memiliki tiga macam teknik, yaitu Directed
Beam IR (DBIR), Diffused IR
(DFIR) dan Quasi Diffused IR (QDIR).
1. Diffused IR (DFIR)
Teknik ini memanfaatkan komunikasi melalui
pantulan

Gambar 3
4.GSM\CDMA
GSM
GSM (Global System for Mobile Communications). Biasa disebut sebagai second-generation mobile communication technology atau 2G.
GSM (Global System for Mobile Communications). Biasa disebut sebagai second-generation mobile communication technology atau 2G.
Jaringan GSM terdiri dari tiga
bagian:
- Mobile Station (MS) : sebenarnya MS adalah handset beserta SIM ( Subcriber Identity Module ). SIM adalah modul yang membuat handset mempunyai identitas dan sistem autentikasi tersendiri. Handset mempunyai nomor IMEI ( An International Mobile Equipment Identity ) sebagai identitas unik yang membedakan dengan handset lainnya.
- Base Station (BS) : BS merupakan interface antara MS dan infrastruktur jaringan GSM.
- Network : MSC ( Mobile Switching Center ) merupakan inti dari network GSM yang menangani registrasi, autentikasi, ruting percakapan, dan lain lain. Media transmisi dari MSC ke Base Station adalah fiber optic, kabel tembaga, dan microwave.

Jenis GSM (ModemTREE dan Hanphone Blackberry DAKOTA)
Ada empat jenis transmisi data di
dalam jaringan GSM, yaitu:
- SMS ( Short Messaging Service ) : berupa pesan text antar GSM devices yang menggunakan SMSC
- SMSC ( Short Message Service Center ) sebagai gateway. Circuit-Switched Data : transmisi data sebesar 14,4 kbps. Untuk mentransmisikan data biasanya digunakan card/adapter sebagai penghubung antara komputer dan handset GSM.
- GPRS ( General Packet Radio Service ) : transmisi data sebesar 114 kbps. GSM dengan GPRS service dikenal dengan 2.5G.
- EDGE ( Enhanced Data Rates for GSM Evolution ) : transmisi data lebih cepat dari GPRS, yaitu sebesar 384 kbps. EDGE menggunakan frekuensi 800, 900, 1800, 1900 MHz.
- GSM dengan teknik EDGE sangat cocok untuk layanan streaming multimedia dan aplikasi broadband lainnya. Dalam waktu dekat ini, salah satu operator selular di Indonesia sudah mulai mencoba menerapkan teknologi EDGE ini.
GSM telah menggunakan sistem
digital, namun jarak masih menjadi kendala jaringannya. Demi efisiensi
penggunaan frekuensi, jaringan GSM harus menggunakan BTS (base transceiver
station) untuk transfer data antarwilayah. Makanya, banyak menara BTS tersebar
di berbagai tempat saat ini sebab jarak maksimum daya pancar BTS hanya 35
kilometer.
Di atas platform GSM dikembangkan
teknologi GPRS (general packet radio services) yang dapat melakukan transfer
data hingga kecepatan 70 kbps dan teknologi EDGE (enhanced data rate for GSM
evolution) yang transfer datanya hingga 384 kbps. Dengan GPRS, kita dapat
mengirim MMS (multimedia message services) atau akses Internet lebih mudah dan
nyaman.
Ada beberapa keunggulan menggunakan
teknologi digital dibandingkan dengan analog. Di antaranya kapasitas yang
besar, sistem security lebih baik dan layanan lebih beragam. Untuk GSM
keungulan utamanya, kemampuan roaming yang luas, sehingga dapat dipakai di
berbagai negara dan pertumbuhannya dianggap paling pesat. Teknologi GSM sendiri
sampai saat ini paling banyak digunakan di dunia, juga di Indonesia. Sedangkan
sisi kelemahannya, kecepatan akses data pada jaringan GSM sangat kecil hanya
sekitar 9.6 kbps. Itu terjadi karena awalnya hanya dirancang untuk penggunaan
suara.
CDMA
Code Division Multiple Access
(CDMA) adalah sebuah bentuk pemultipleksan (bukan sebuah skema pemodulasian)
dan sebuah metode akses secara bersama yang
membagi kanal tidak berdasarkan waktu (seperti pada TDMA)
atau frekuensi (seperti pada FDMA), namun
dengan cara mengkodekan data dengan sebuah kode khusus yang diasosiasikan
dengan tiap kanal yang ada dan menggunakan sifat-sifat interferensi
konstruktif dari kode-kode khusus itu untuk melakukan
pemultipleksan.
Dalam perkembangan teknologi telekomunikasi telepon selular terutama
yang berkaitan dengan generasi ke-tiga (3G), CDMA menjadi teknologi pilihan
masa depan.
CDMA juga mengacu pada sistem
telepon seluler digital yang menggunakan skema akses secara bersama ini,seperti
yang diprakarsai oleh Qualcomm.
CDMA adalah sebuah teknologi
militer yang digunakan pertama kali pada Perang Dunia II oleh sekutu Inggris
untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi mereka. Sekutu memutuskan
untuk mentransmisikan tidak hanya pada satu frekuensi, namun pada beberapa
frekuensi, menyulitkan Jerman untuk menangkap sinyal yang lengkap. Sejak itu
CDMA digunakan dalam banyak sistem komunikasi, termasuk pada Global Positioning System (GPS) dan pada
sistem satelit OmniTRACS
untuk logistik transportasi. Sistem terakhir didesain dan dibangun oleh
Qualcomm, dan menjadi cikal bakal yang membantu insinyur-insinyur Qualcomm
untuk menemukan Soft Handoff
dan kendali tenaga cepat, teknologi yang diperlukan untuk menjadikan CDMA
praktis dan efisien untuk komunikasi seluler terrestrial.


Jenis CDMA (Modem Smartfren dan
Nokia 1506 CDMA)
Teknologi CDMA sendiri memiliki
berbagai keuntungan jika diaplikasikan dalam sistem seluler.
Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain :
- hanya membutuhkan satu frekuensi yang dibutuhkan untuk beberapa sektor/cell
- tidak membutuhkan equalizer untuk mengatasi gangguan spektrum sinyal
- dapat bergabung dengan metode akses lainnya, tidak membutuhkan penghitung waktu (guard time) untuk melihat rentang waktu dan penjaga pita (guard band) untuk menjaga intervensi antarkanal
- tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi
- memiliki kapasitas yang halus untuk membatasi para pengguna akses
2.3.1
WiMAX (Wireless Interopebality for Microwave Access)
WiMAX adalah
sebuah tanda sertifikasi untuk perangkat sesuai dengan standar IEEE 802.16
selain itu WiMAX asalah sebuah Platform untuk membangun alternative dan pelengkap
dari jaringan Broadband ”
WiMAX singkatan
“Worldwide Interoperability for Microwave Access” merupakan salah satu
teknologi dengan standar nirkabel IEEE. 802.16X-2004 yang penggunaannya dipakai
pada MAN (Metropolitan Area Network). WiMAX sendiri hadir dengan solusi akses
untuk jaringan nirkabel (wireless). WiMAX sendiri mulai dilirik oleh
banyak kalangan pengguna internet di dunia untuk menggantikan Wi-Fi (Wireless
Fidelity) yang memiliki keterbatasan dalam hal akses.

Gambar 3. Jaringan
WiMax
OFDM yaitu satu
cara dimana peranti yang bekerja dengan teknologi nirkabel dapat menerima
berbagai sinyal pantulan tanpa merusak sambungan utamanya, karena seperti kita
ketahui, teknologi nirkabel sangat rentan terhadap pantulan sinyal yang dapat
mematikan sinyal utamanya. Teknologi OFDM pada WiMAX mampu memberikan layanan
data berkecepatan hingga 70 Mbps dalam radius 50 km. Radius yang cukup untuk
menjadikan WiMAX sebagai jaringan telekomunikasi broadband menggantikan
teknologi fixedline. biaya instalasi jaringan WiMAX jauh lebih murah Jika
dibandingkan dengan fixedline. Dengan teknologi WiMAX, impian akan layanan
informasi data yang murah meriah dengan memiliki kecepatan akses yang tinggi
akan segera dapat diwujudkan dengan kualitas yang jauh lebih baik.
Standar WiMAX lainnya, yaitu 802.16e kini juga sedang dalam tahap pengembangan. Fungsinya utamanya lebih terkait dengan industri seluler, yaitu memungkinkan ponsel hp mengirimkan dan menerima data yang lebih besar.
Standar WiMAX lainnya, yaitu 802.16e kini juga sedang dalam tahap pengembangan. Fungsinya utamanya lebih terkait dengan industri seluler, yaitu memungkinkan ponsel hp mengirimkan dan menerima data yang lebih besar.
WiMAX merupakan
evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang
lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga
membawa isu open standar. Broadband Wireless Access (BWA) WiMAX adalah
standard-based technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui
penggunaan wireless sebagai komplemen wireline. WiMAX menyediakan akses last
mile secara fixed, nomadic, portable dan mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara
user dan base station. WiMAX juga merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan
interoperabilty antar perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat
memberikan layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan
kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.
2.3.3. Standar WiMax
• 802.16
Standar ini
mengatur pemanfaatan di band frekuensi 10–66GHz. Aplikasi yang mampu didukung
baru sebatas dalam kondisi Line of Sight (LOS).
• 802.16a
Menggunakan
frekuensi 2–11GHz, dapat digunakan untuk lingkungan Non Line of Sight.
Standar ini difinalisasi pada Januari 2003.
• 802.16d
Merupakan
standar yang berbasis 802.16 dan 802.16a dengan beberapa perbaikan.
802.16d, juga dikenal sebagai 802.16-2004. Frekuensi yang digunakan sampai
11 GHz. Standar ini telah difinalisasi pada 24 Juni 2004. Terdapat dua opsi
dalam tranmisi pada 802.16d yaitu TDD (Time Division Duplex) maupun
FDD (Frequency Division Duplex).
• 802.16e
Standar ini
memenuhi kapabilitas untuk aplikasi portability dan mobility.
Standar ini telah difinalisasi di akhir tahun 2005. Berbeda dengan standar
sebelumnya, maka antara standar 802.16d dan 802.16e tidak bisa dilakukan interoperability
sehingga diperlukan hardwaretambahan bila akan
mengoperasikan 802.16e.
Sampai saat
ini, Standar WiMAX yang dikenal adalah 2 tipe standar yaitu 802.16d
(802.16-2004) untuk aplikasi fixed dan nomadic dan
standar 802.16e (802.16-2005) untuk aplikasi portable dan mobile.
Penerapan WiMax
Penerapan WiMAX
akan melewati tiga fase yaitu sebagai berikut:
·
Pertama,
penggunaan teknologi WiMAX berbasis spesifikasi IEEE 802.16d dengan menggunakan
antena luar untuk melayani pelanggan yang dikenal di suatu lokasi tertentu.
·
Fase
kedua, pengembangan antena luar, meningkatkan peran teknologi WiMAX melalui
penerapan di lokasi si pelanggan.
Fase ketiga, meluncurkan spesifikasi
IEEE 802.16e, dimana perangkat keras WiMAX -Certified tersedia sebagai solusi
portabel untuk para pengguna yang akan melakukan roaming antar wilayah layanan
(komunikasi data, suara dan video) yang akan menghubungkan layanan Wi-Fi yang
ada sekarang ini.
Keuntungan
WiMAX
Dengan
penerapan standar IEEE 802.16-2004, diharapkan akan didapat aneka keuntungan,
seperti tersedianya layanan jaringan secara lebih cepat (bahkan di daerah yang sulit
dijangkau oleh jaringan berbasis kabel), biaya instalasi yang lebih rendah, dan
kemampuan untuk mengatasi batasan fisik yang terdapat dalam jaringan berbasis
kabel. Untuk menjaga agar kinerjanya tetap optimal, jaringan 802.16 juga
mendukung QoS (quality of service) yang sangat diperlukan dalam koneksi audio
dan video.
Implementasi standar 802.16 ini akan mendatangkan keuntungan bagi para operator (dan penyedia layanan jaringan) maupun bagi para pengguna. Keuntungan ini antara lain tersedianya layanan broadband on demand, layanan broadband di perumahan, layanan jaringan di daerah terpencil, serta dimungkinkannya penjelajahan (roaming) antar-MAN hotspot oleh pengguna
Implementasi standar 802.16 ini akan mendatangkan keuntungan bagi para operator (dan penyedia layanan jaringan) maupun bagi para pengguna. Keuntungan ini antara lain tersedianya layanan broadband on demand, layanan broadband di perumahan, layanan jaringan di daerah terpencil, serta dimungkinkannya penjelajahan (roaming) antar-MAN hotspot oleh pengguna
MICROWAVE
Gelombang mikro (Microwave) adalah gelombang elektro
magnetic dengan panjang gelombang antar 1 milimeter hingga 1 meter. Atau dengan
kata lain emiliki frekuensi di antara 300 MHz (0,3 GHz) hingga 300GHz.
Gelombang mikro termasuk gelombang dengan dengan frekuensi super tinggi (Super High Frequency,
SHF) dengan standar SHF adalah 3 hingga 30 GHz atau 10 hingga 1 cm panjang
gelombangnya, sedangkan dalam RF (Radio Frequency) Engineering biasanya dipakai
antara 1 GHz (30 cm) dan 100 GHz(3mm).
Penggunaan media penghubung dengan microwave (gelombang mikro) memiliki kelebihan pada jaraknya yang tidak terbatas.

Gambar
Microwave
Terdapat dua jenis teknik transmisi microwave, yaitu:
a. Terrestrial Microwave
Pada teknik Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terestrial. Untuk mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antenna parabola yang menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya. Pengaturan letak antena parabola yang akan digunakan sebagai transmitter dan receiver pada teknik ini harus diperhatikan, mengingat sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar. Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz.
b. Satellite Microwave
Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh stasiun yang berbeda. Apabila stasiun yang dituju letaknya berlawanan dengan letak satelit yang digunakan sebagai relay, maka satelit tersebut akan memancarkan sinyal ke satelit lainnya yang letaknya tidak berlawanan dengan stasiun tujuan. Karena jarak yang ditempuh oleh suatu sinyal yang ditransmisikan dari bumi (station transmitter) menuju satelit dan kembali lagi menuju bumi (satelit receiver) sangat jauh, maka terdapat propagation delay yang berkisar antara 0,5 hingga 5 detik. Gelombang mikro ini beroperasi pada frekuensi antara 11-14 GHz dengan bandwidth antara 1-10 Mbps.
a. Terrestrial Microwave
Pada teknik Terrestrial Microwave menggunakan transmitter dan receiver yang terdapat di bumi. Jaringan telepon antar kota yang biasanya menggunakan menara relay adalah salah satu contoh penggunaan gelombang mikro jenis terestrial. Untuk mentransmisikan gelombang mikro biasanya digunakan antenna parabola yang menghasilkan sinyal terpusat. Antena parabola juga digunakan pada penerimanya. Pengaturan letak antena parabola yang akan digunakan sebagai transmitter dan receiver pada teknik ini harus diperhatikan, mengingat sifat dari sinyal yang dipancarkan adalah terpusat dan bukan tersebar. Terrestrial microwave memiliki bandwidth antara 1-10 Mbps dan biasanya beroperasi pada frekuensi antara 4-6 GHz dan 21-23 GHz.
b. Satellite Microwave
Pada teknik ini menggunakan satelit komunikasi yang berada di ruang angkasa sebagai relaynya. Tiap-tiap stasiun di bumi menggunakan antena parabola untuk berkomunikasi dengan satelit. Satelit berfungsi mentransmisikan kembali sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh stasiun yang berbeda. Apabila stasiun yang dituju letaknya berlawanan dengan letak satelit yang digunakan sebagai relay, maka satelit tersebut akan memancarkan sinyal ke satelit lainnya yang letaknya tidak berlawanan dengan stasiun tujuan. Karena jarak yang ditempuh oleh suatu sinyal yang ditransmisikan dari bumi (station transmitter) menuju satelit dan kembali lagi menuju bumi (satelit receiver) sangat jauh, maka terdapat propagation delay yang berkisar antara 0,5 hingga 5 detik. Gelombang mikro ini beroperasi pada frekuensi antara 11-14 GHz dengan bandwidth antara 1-10 Mbps.

3.1 Kesimpulan
WiMAX (Worldwide
Interoperability for Microwave Access) adalah standard-based
technology yang memungkinkan penyaluran akses broadband melalui penggunaan
wireless sebagai alternatif kabel dan DSL.
WiMAX merupakan
sistem Broadband Wireless Access (BWA) yang memiliki kemampuaninteroperability
antar perangkat yang berbeda dan dapat dioperasikan untuk kondisi LOS
maupun NLOS.
WiFi adalah teknologi jaringan broadband yang
membuat kita bisa menghubungkan berbagai jenis alat komputer dan berbagi
koneksi internet di udara. WiFi memiliki kemampuan untuk mentransfer data pada
kecepatan sampai 11 megabite per detik (Mbps) dalam jarak 100 meter yang
disebut hotspot .
Sedangkan Wi-Fi
(Wireless Fidelity) merupakan sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan
Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks disingkat WLAN) yang didasari pada
spesifikasi IEEE 802.11 .
BAB V
5.1 Simpulan
Dari makalah yang telah disusun, maka dapat disampaikan beberapa simpulan,
antaralain:
1. Media transmisi adalah media yang
menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang
jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah
yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi
data.
2. Guided media menyediakan jalur transmisi
sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable
(kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik).
3. Media unguided mentransmisikan gelombang
electromagnetic tanpa menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau serat
optik. Contoh sederhana adalah gelombang radio seperti microwave, wireless
mobile dan lain sebagainya.
5.2 Saran
Dari makalah yang telah disusun, maka dapat diberikan beberapa saran,
antaralain:
1. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai Media
Transmisi yang lebih detail.
2. Perlu informasi tambahan yang lebih
mendetail tentang Media Transmisi.
DAFTAR PUSTAKA
Komunikasi Data,
(online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_data,
. Media Transmisi,
(online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi,
Akib, Faisal. . Media Transmis
Wiredi, (online), (http://teknik-informatika.com/media-transmisi-wired/,










comment ya
BalasHapus